Juni

Minggu, 25 Juni 2017.

Mungkin hanya sekali seumur hidup. Idul Fitri, tanggal lahir, dan hari minggu.

Ah, indah sekali semesta mengatur.

 

Mungkin tidak semua orang bisa merasakan.

Rasanya, cukup menyenangkan.

Kata seorang teman, didoakan (dan dirayakan) orang-orang sedunia.

Bantu saya untuk mengamininya.

 

Minggu, ketika baca kabar, gereja memundurkan jadwal ibadah mingguan, karena menghormati ibadah sholat Ied kaum muslim.

Makin bertambah rasa hangatnya.

Continue reading

Advertisements

Yang

Pernahkah menyadari bahwa apa yang kita jalani saat ini, adalah apa yang kita pernah bayangkan dulu, atau setidaknya mendekati bayang-bayang yang sempat terlintas di kepala ?

Ketika disadari, tidak sedikit –meski saya tidak berani berkata banyak- dari apa yang pernah saya bayangkan dulu, kini telah/sedang saya rasakan, sedang menghidupinya, atau paling tidak mendekatinya. Ditambah dengan kejutan-kejutan nyata yang melebihi sekedar angan sebelumnya.

Segalanya terkesan berjalan begitu saja. Tanpa ada upaya berlebih.

Walau keluh selalu terungkap pada kehidupan yang kita kira tak pernah berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Rasanya agak absurd, yang dulu hanya di kepala, kini dijalani dalam realita. Walau ternyata prosesnya sangat tidak mudah. Banyak liku. Tapi mungkin disitulah letak indahnya. Continue reading

Yin

Seringkali kita frustasi, kenapa sesuatu yang kita sangat inginkan, tidak kunjung kita dapat.

Frustasi semacam itu yang saya rasakan.

Walaupun sebenarnya, saya berhak mendapat gores pecutan, jika tidak terucap syukur untuk yang saya miliki saat ini.

Perih tetap menyela, seberapapun syukur itu menggelora.

Manusia. Continue reading

2016

Ajaib, unbelieveable!

Jika 2015 terasa lebih lamban di jalan berkerikil-berbatu dengan nuansa sepi kontemplatif; 2016 berjalan sangat cepat, ramai, gaduh, dan sangat intens. Tak terbayangkan pada awalnya, saya akan se-jungkir balik ini di tahun 2016.

Tak terbayangkan mendapat kepercayaan dari beberapa pihak, sehingga saya harus jungkir balik menjaganya baik-baik. Bagi saya, menjaga kepercayaan itu adalah segalanya, tak ternilai. Dari kepercayaan itu, saya juga banyak belajar untuk mengambil peran, dan mulai dari sini, perlahan saya harus menganggukkan kepala bahwa menyenangkan semua pihak adalah mustahil.

Melihat lebih banyak tempat di Indonesia. Mengenali ujung barat Aceh, baru Banda Aceh (terhutang ke Sabang untuk bisa menggenapi ujung-ujung Indonesia), sampai ujung timur Papua, Merauke. Membuka kembali catatan, sembari diingatkan, memang masih banyak sekali PR yang perlu dikerjakan. Dan itu seperti hutang. Continue reading

Passion

Entah mulai kapan, passion jadi kata kekinian yang menjadi populer sekarang. Mungkin efek millenial? Ketika zaman disebut “telah berubah”.

“Ini mah bukan passion gue!” atau “Passion gue tu ………” terdengar familiar dalam obrolan pertemanan?

Bagi saya, passion sekedar kata hiperbolik di era millenial ini. Di saat ‘passion’ terdengar keren untuk dibahas terus menerus. Seraya passion adalah persoalan terbesar abad ini. Sampai, seseorang yang belum menemukan passion-nya, bisa berkecil hati, karena lingkungannya terlalu berisik, melegitimasi penemuan passion adalah sebuah prestasi. Banting setir mengubah hidup untuk mengikuti passion adalah fenomena hebat yang perlu digembar-gemborkan.

Sepertinya di era 90-an atau sebelumnya, tidak ada yang peduli apakah seseorang bekerja atas passion-nya atau bukan. Padahal, mereka juga menghasilkan hal-hal keren, serupa dengan yang dicap anak sekarang “bekerja dengan passion itu keren”. Continue reading

Pompa Menghidupkan Mimpi

Saya senang sekali menonton, apalagi untuk sesuatu yang beda. Seni yang berbeda.

Untuk pertama kalinya, saya menonton pertunjukkan seni komedi tunggal, standup comedy. Kali pertama untuk seseorang yang spesial, my rockstar, Pandji Pragiwaksono.

Sejujurnya, saya tidak terlalu terhubung dengan seni komedi tunggal. Di tengah trennya yang menjadi populer di Indonesia sekarang, saya coba menontonnya melalui youtube, nonton di TV, tapi selalu gagal mendapatkan tawa yang segitunya. Memang berdasarkan yang saya baca, seni ini ada syaratnya untuk dapatkan efek maksimal yang ditawarkan; perlu ditonton langsung dan di tempat tertutup yang katanya akan memantulkan tawa. Ketika bersama penonton lain, ada efek tawa yang menular, ketika sekeliling kita tertawa, lebih mudah bagi kita bereaksi hal yang sama.

Tak sabar rasanya merasakan efek itu. Continue reading

Diri Sendiri

Personality seseorang, penting bagi saya; komitmen, karakter yang menempel padanya, apa yang terpenting baginya, bagaimana keberpihakannya, apa yang ia upayakan dengan sepenuh hati. Tanpa alasan, tidak ada hubungan dengan atribut yang melekat; pekerjaan, jabatan, status, hanya karena begitulah dirinya. Setiap orang punya personality yang berbeda-beda, itulah mengapa keberadaan seseorang tak bisa tergantikan.

Untuk apa kita melakukan ini, kenapa tidak melakukan itu, seharusnya menjadi motivasi yang datang dari dalam diri sendiri. Bukan karena suruhan orang lain. Pengaruh dari luar boleh-boleh saja, tapi biasanya tidak akan bertahan lama.

Kenapa kita melakukan sesuatu, adalah suatu tanggung jawab terhadap diri sendiri, bukan untuk orang lain, bukan untuk tampilan bagaimana orang lain melihat kita. Continue reading

Kolam Kecil

Butuh hentakan di awal minggu ketika hidup belum sepenuhnya membuatmu terjaga ? Butuh teman, ketika hidup memaksamu tenggelam dalam keharusan ?

Podcast Awal Minggu, mungkin membantu, setidaknya bagi saya begitu.

Ocehan Adriano Qalbi yang muncul setiap senin, yang menemani saya pemanasan untuk siap menempuh seminggu.

Saya yang menyukai segala hal yang bersifat personal, seperti menemukan ‘jodoh’ di kanal ini.

Ocehannya kebanyakan satir, tapi menenangkan.

Ia yang benci dengan teknologi (khususnya sosmed, dan sejenisnya), mengingatkan saya untuk tenang saja ketika tidak eksis di dunia maya, sementara lingkungan berlomba-lomba tampil di sosmed.

Saya sepakat dengannya, kita sudah repot untuk bisa setangguh baja untuk menghadapi dunia yang bikin frustasi –dengan segala kompetisi, hukum rimbanya–, tak perlu tambah repot memusingkan yang di luar sana, yang nyatanya jauh tak tergapai tapi serasa sangat ribut mengganggu kita, akibat kebiadaban teknologi. hahahaha. Continue reading

Maya Kini

Kini, dunia maya mungkin jadi pelarian terbaik dan paling menyenangkan.

Menyenangkan, karena bisa langsung memutuskan perhatian dari apa saja yang sedang kau hadapi.

Menyenangkan, karena banyak yang bisa dilihat dan diselami.

Terlalu banyak yang menarik, bahkan. Begitu banyak informasi, apa yang sedang terjadi di dunia, apa yang sedang dunia lakukan.

Sampai bisa mendatangkan alasan berputus asa. Saya harus berbuat apa, kalau segalanya sudah atau sedang dibuat orang-orang itu. Lantas saya percaya, tak pernah ada yang baru di bawah langit ini.

Setelah putus asa, belum lagi seringnya tersasar, kemudian terasa kepenuhan. Dan parahnya, kepenuhan itu terasa semu.

Pernah merasa bosan membuka media sosial, website, ketika jemarimu otomatis menghubungkanmu dengan dunia maya? Continue reading